Web engineering is multidisciplinary and encompasses contributions from diverse areas: systems analysis and design , software engineering, hypermedia/hypertext engineering, requirements engineering, human-computer interaction, user interface, information engineering, information indexing and retrieval, testing, modelling and simulation, project management, and graphic design and presentation. Rekayasa web adalah multidisiplin dan mencakup kontribusi dari berbagai bidang: analisis sistem dan desain , rekayasa perangkat lunak, hypermedia / hypertext teknik, persyaratan teknik, interaksi manusia-komputer, user interface, rekayasa informasi, informasi pengindeksan dan pencarian, pengujian, pemodelan dan simulasi, proyek manajemen, dan desain grafis dan presentasi. Web engineering is neither a clone, nor a subset of software engineering, although both involve programming and software development. Rekayasa web bukan klon, atau subset dari rekayasa perangkat lunak, walaupun keduanya melibatkan pemrograman dan pengembangan perangkat lunak. While web Engineering uses software engineering principles, it encompasses new approaches, methodologies, tools, techniques, and guidelines to meet the unique requirements of web-based applications . Sementara Rekayasa Web menggunakan prinsip-prinsip rekayasa perangkat lunak, itu meliputi pendekatan baru, metodologi, alat, teknik, dan pedoman untuk memenuhi kebutuhan yang unik dari aplikasi berbasis web .
Web rekayasa sebagai suatu disiplin
Para pendukung web rekayasa mendukung pembentukan rekayasa web sebagai suatu disiplin pada tahap awal web. First Workshop on Web Engineering was held in conjunction with World Wide Web Conference held in Brisbane, Australia, in 1998. Lokakarya Pertama di Web Engineering diselenggarakan bersamaan dengan Konferensi Dunia Wide Web diadakan di Brisbane, Australia, pada tahun 1998. San Murugesan, Yogesh Deshpande, Steve Hansen and Athula Ginige, from University of Western Sydney, Australia formally promoted web engineering a new discipline in the first ICSE workshop on Web Engineering in 1999. Since then they published a serial of papers in a number of journals, conferences and magazines to promote their view and got wide support. San Murugesan, Yogesh Deshpande, Steve Hansen dan Athula Ginige, dari University of Western Sydney, Australia secara resmi dipromosikan rekayasa web disiplin baru dalam workshop ICSE pertama di Teknik Web pada tahun 1999. [Sejak itu mereka menerbitkan seri kertas dalam sejumlah jurnal, konferensi dan majalah untuk mempromosikan pandangan mereka dan mendapat dukungan luas. Major arguments for web engineering as a new discipline are: Argumen utama untuk rekayasa web sebagai disiplin baru adalah:
- Web-based Information Systems (WIS) development process is different and unique. Berbasis Web Sistem Informasi (WIS) proses pengembangan berbeda dan unik. [
- Web engineering is multi-disciplinary; no single discipline (such as software engineering) can provide complete theory basis, body of knowledge and practices to guide WIS development. Rekayasa web adalah multi-disiplin, tidak ada disiplin tunggal (seperti teknik perangkat lunak) dapat memberikan dasar teori yang lengkap, tubuh pengetahuan dan praktek untuk memandu perkembangan WIS.
- Issues of evolution and lifecycle management when compared to more 'traditional' applications. Masalah evolusi dan manajemen siklus hidup jika dibandingkan dengan lebih 'tradisional' aplikasi.
- Web based information systems and applications are pervasive and non-trivial. Web sistem informasi berbasis dan aplikasi yang luas dan non-sepele. The prospect of web as a platform will continue to grow and it is worth being treated specifically. Prospek web sebagai platform akan terus berkembang dan patut diperlakukan secara khusus.
Main topics of Web engineering include, but are not limited to, the following areas: Topik utama rekayasa Web meliputi, tetapi tidak terbatas pada, bidang-bidang berikut:
Web Persyaratan Disiplin Modeling
- Proses Bisnis untuk Aplikasi di Web
- Process Modelling of Web applications Proses Pemodelan aplikasi Web
- Requirements Engineering for Web applications Rekayasa Kebutuhan untuk aplikasi Web
Disiplin Web Desain Sistem, Peralatan & Metode
- UML dan Web
- Conceptual Modeling of Web Applications (aka. Web modeling ) Pemodelan Konseptual Aplikasi Web (aka. pemodelan Web )
- Prototyping Methods and Tools Prototyping Metode dan Peralatan
- Web design methods Web desain metode
- CASE Tools for Web Applications KASUS Alat untuk Aplikasi Web
- Web Interface Design Web Interface Design
- Data Models for Web Information Systems Data Model untuk Sistem Informasi Web
Disiplin Implementasi Sistem Web
- Integrated Web Application Development Environments Aplikasi Terpadu Lingkungan Pengembangan Web
- Code Generation for Web Applications Kode Generasi untuk Aplikasi Web
- Software Factories for/on the Web Software untuk Pabrik / di Web
- Web 2.0, AJAX, E4X, ASP.NET, PHP and Other New Developments Web 2.0, AJAX, E4X, ASP.NET, PHP dan Perkembangan Baru Lainnya
- Web Services Development and Deployment Layanan Web Pengembangan dan Penyebaran
- Empirical Web Engineering Empiris Web Teknik
Disiplin Sistem Pengujian Web
- Pengujian dan Evaluasi sistem Web dan Aplikasi
- Testing Automation, Methods and Tools Pengujian Otomasi, Metode dan Peralatan
Aplikasi Web Kategori Disiplin
- Semantic Web aplikasi
- Ubiquitous and Mobile Web Applications Mana-mana dan Mobile Web Aplikasi
- Mobile Web Application Development Mobile Web Application Development
- Device Independent Web Delivery Perangkat Pengiriman Independen Web
- Localization and Internationalization Of Web Applications Lokalisasi dan Internasionalisasi Dari Aplikasi Web
Tidak ada komentar:
Posting Komentar